Beberapa informasi yang penulis kutip dari media online diberitakan bahwa beberapa jalan rusak dan terputus di Provinsi Aceh. Hal ini tentu sangat berguna informasinya bagi masyarakat Aceh.
Pertama jalan lintas Singkohor – Gunung MErah, Kecamatan Singkohor tumbuh menjadi kawasan industri kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil. Jalan ini menjadi sarana transportasi masyarakat untuk mengurus kebun sawit mereka. Disini juga telah berdiri dua pabrik kelapa sawit yang ikut memberikan kontribusi kepada masyarakat yang memiliki perkebunan sawit disana.
Rabu, 29 April 2020
Senin, 06 April 2020
Mobil Rental Toyota Avanza Digunakan Untuk Mencuri Beras Dan Menabrak
Seperti berita yang dilansir dari Tribun Aceh, ada seorang penyewa mobil Toyota Avanza di Banda Aceh menjadi tersangka karena kasus pencurian beras dan menabrak sejumlah kendaraan di lima lokasi berbeda di Kota Banda Aceh.
Kendaraan yang ditabrak se penyewa maling ini sebagai berikut :
Kendaraan yang ditabrak se penyewa maling ini sebagai berikut :
- Satu sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan Wedana, Lam Ara.
- Menabrak sebuah mobil di pinggir Jalan Wedana, Gampong Mibo, Kecamatan Banda Raya dan tiga unit kendaraan lainnya
- mobil Honda CR-V di Simpang Jambo Tape, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh
- Jalan Tgk Daud Beureueh, menabrak sebagai pengendara ojek online (ojol)
Selasa, 17 Maret 2020
Rental Bus Pariwisata Banda Aceh
Rental Mobil Bus Pariwisata di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Berkunjung ke tanah rencong bersama teman-teman sekantor atau group Sangatlah menyenangkan karena bisa menikmati alam yang indah dan hijau bersama keluarga besar ataupun family. Semua akan terasa indah dalam kebersamaan dan kenyamanan,semua itu harus didukung dengan bus pariwisata yang sangat berkualitas dan nyaman baik itu kebersihan dan keleluasaan di dalam bus itu sendiri.
45 seater
Bus pariwisata dirancang khusus untuk wisatawan yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan di dalam perjalan jauh untuk menikmati ke indahan dan pesona Alam yang menakjupkan,semua yang dilihat akan terasa indah karena didukung dengan kemewahan bus pariwisata,silahkan datang dan kunjunggi alam yang indah di Provinsi Aceh besama keluarga besar dan teman sekantor ataupun group lain dan pastikan semua itu bersama kami.
Jumat, 23 Januari 2015
Jangan Mudah Melupakan Bencana
Sistem peringatan dini merupakan lompatan besar, tetapi tidak cukup mengandalkan pada itu. Sistem harus diperkuat dan dibarengi pendidikan dan infrastruktur memadai. SATU dekade yang lalu, salah satu gempa bumi terbesar yang pernah tercatat terjadi di lepas pantai Indonesia, memicu tsunami yang menyapu seluruh masyarakat di sekitar Samudra Hindia.
Pagi itu, Minggu 26 Desember 2004, bumi Aceh bergo yang bak beras yang diayak keras-keras. Gempa berkekuat an 9,3 pada skala Richter di kedalaman 10 km mengguncang lepas pantai barat Aceh, menyebabkan serangkaian gelombang besar atau tsunami di Samudra Hindia, dari Indonesia ke India hingga pantai timur Afrika.
Pagi itu, Minggu 26 Desember 2004, bumi Aceh bergo yang bak beras yang diayak keras-keras. Gempa berkekuat an 9,3 pada skala Richter di kedalaman 10 km mengguncang lepas pantai barat Aceh, menyebabkan serangkaian gelombang besar atau tsunami di Samudra Hindia, dari Indonesia ke India hingga pantai timur Afrika.
Senin, 19 Januari 2015
36 Negara Utus Perwakilan ke Aceh
SEBANYAK 36 perwakilan negara sahabat dipastikan ikut menghadiri peringatan mengenang 10 tahun bencana tsunami pada 26 Desember mendatang. Pusat peringatan satu dekade musibah mahadahsyat itu akan dilangsungkan di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.
Sesuai dengan informasi dari kepanitiaan peringatan satu dekade tsunami, 36 perwakilan negara sahabat yang telah menyatakan hadir itu kebanyakan berasal dari kawasan yang juga terimbas oleh tsunami. Selain itu, negara donor yang ikut membantu Aceh saat rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana alam akan hadir di acara peringatan tersebut.
Sesuai dengan informasi dari kepanitiaan peringatan satu dekade tsunami, 36 perwakilan negara sahabat yang telah menyatakan hadir itu kebanyakan berasal dari kawasan yang juga terimbas oleh tsunami. Selain itu, negara donor yang ikut membantu Aceh saat rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana alam akan hadir di acara peringatan tersebut.
Senin, 01 Desember 2014
Aceh Akhirnya Sepakat Ubah Bendera dan Lambang Provinsi
PEMERINTAH pusat dan Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah menyepakati perubahan bendera dan lambang provinsi ujung barat Indonesia itu. Realisasi kesepakatan akan menunggu penyusunan dua perundangan terkait dengan syarat yang diminta Aceh.
“Semuanya secara umum sudah ada persetujuan untuk menyelesaikan dua RPP (rancangan peraturan pemerintah) dan masalah bendera itu. Sudah ada titik persamaan pandangan,“ ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.
Saat ditanya ihwal dua RPP yang jadi syarat kesepakatan itu, ia menyebut bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk secepatnya merampungkan. “Ya, segera akan kita formulasikan.
“Semuanya secara umum sudah ada persetujuan untuk menyelesaikan dua RPP (rancangan peraturan pemerintah) dan masalah bendera itu. Sudah ada titik persamaan pandangan,“ ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.
Saat ditanya ihwal dua RPP yang jadi syarat kesepakatan itu, ia menyebut bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk secepatnya merampungkan. “Ya, segera akan kita formulasikan.
Jumat, 28 November 2014
Ulama Karismatik Aceh Meninggal Dunia
Ulama karismatik Aceh, Teungku Qamaruzzaman bin Teungku Muhammad Amin, meninggal dunia, Minggu (23/11) sekitar pukul 01. 30 WIB.
Mendiang ialah pemimpin pesantren tradisional salaļ¬ ah, Bustanul Ma’arif Desa Neulop Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.
Mendiang ialah pemimpin pesantren tradisional salaļ¬ ah, Bustanul Ma’arif Desa Neulop Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.
Minggu, 16 November 2014
Banjir di Matangkuli Mulai Surut
Banjir yang sempat merendam 10 desa di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, mulai surut.Banjir setinggi 2 meter kini tinggal 50 cm, dan sebagian di antaranya telah surut sama sekali.
Sebagian warga yang se belumnya mengungsi di atas badan jalan mulai kembali ke rumah. Namun, sebagian warga lainnya belum berani tidur di rumah karena takut terjadi banjir susulan.
Sebagian warga yang se belumnya mengungsi di atas badan jalan mulai kembali ke rumah. Namun, sebagian warga lainnya belum berani tidur di rumah karena takut terjadi banjir susulan.
Senin, 10 November 2014
Bantuan Korban Banjir masih Minim
Selain merendam rumah warga, banjir di tujuh kabupaten juga menenggelamkan 3.498 hektare persawahan. Masalah klasik di tengah bencana banjir kembali berulang di Aceh. Korban banjir di Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, sampai kemarin, mengaku hanya memperoleh bantuan berupa 2 bungkus mi instan, 2 telur, 2 gelas air mineral, dan 1 bambu beras untuk setiap kepala keluarga.
“Bantuan hanya kami terima sekali saja dari kepala desa,“ kata Suryani, 48, warga. Padahal, banjir yang merendam rumahnya hingga setinggi 4 meter telah menghanyutkan sejumlah pakaian. Banjir juga merusak bangku dan meja yang ada di samping rumah, yang sering ia gunakan untuk berjualan gorengan.
“Bantuan hanya kami terima sekali saja dari kepala desa,“ kata Suryani, 48, warga. Padahal, banjir yang merendam rumahnya hingga setinggi 4 meter telah menghanyutkan sejumlah pakaian. Banjir juga merusak bangku dan meja yang ada di samping rumah, yang sering ia gunakan untuk berjualan gorengan.
Sabtu, 08 November 2014
Banjir di Serambi Mekah Mulai Surut
BANJIR yang merendam delapan kabupaten/ kota di Provinsi Aceh mulai surut, kemarin. Namun, kondisi sejumlah desa di Kecamatan Woyla, Woyla Timur, Samatiga, Mereubo, dan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, masih cukup parah.
Warga Desa Rantau Panjang dan Ujong Tanoh Darat memilih kembali ke rumah ma sing-masing setelah banjir tak separah sebelumnya yang sempat mencapai 2 meter. Di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, juga tidak ada lagi warga yang mengungsi.
Warga Desa Rantau Panjang dan Ujong Tanoh Darat memilih kembali ke rumah ma sing-masing setelah banjir tak separah sebelumnya yang sempat mencapai 2 meter. Di Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, juga tidak ada lagi warga yang mengungsi.
Jumat, 07 November 2014
Banjir di Aceh Meluas, Ribuan Rumah Terendam
TAK PUTUS diguyur hujan lebat dalam sepekan terakhir, sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terendam banjir. Selain terendam, ribuan rumah penduduk mengalami kerusakan berat dan lapisan aspal banyak jalan terkelupas.
“Ada kawasan yang tidak bisa kami jangkau karena medan jalannya amat sulit selain dihadang tanah longsor. Warga yang tidak dapat dievakuasi diimbau mengungsi ke dataran lebih tinggi,“ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencan.
Daerah (BPBD) Aceh Barat Saiful AB di Meulaboh, kemarin. Menurut Saiful, beberapa rumah yang ambruk dihentak banjir berada di Kecamatan Pante Ceureumen dan Kecamatan Woyla Timur. Jembatan yang ambruk terdapat di Kecamatan Woyla Barat.
“Ada kawasan yang tidak bisa kami jangkau karena medan jalannya amat sulit selain dihadang tanah longsor. Warga yang tidak dapat dievakuasi diimbau mengungsi ke dataran lebih tinggi,“ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencan.
Daerah (BPBD) Aceh Barat Saiful AB di Meulaboh, kemarin. Menurut Saiful, beberapa rumah yang ambruk dihentak banjir berada di Kecamatan Pante Ceureumen dan Kecamatan Woyla Timur. Jembatan yang ambruk terdapat di Kecamatan Woyla Barat.
Rabu, 05 November 2014
Pemprov Aceh Dinilai Lamban
TINGGINYA intensitas curah hujan mengakibatkan banjir dan longsor menerpa beberapa kabupaten di Provinsi Aceh. Kawasan yang dilanda banjir, tanah longsor, serta kerusakan badan jalan meliputi Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Nagan Raya.
Kemudian Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalama, Kabupaten Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Di Kabupaten Aceh Barat, misalnya, banjir meredam sebagian besar wilayah tersebut. Ketinggian air 50 cm hingga 1,5 meter. Transportasi Kota Subulussalama-Kabupaten Aceh Singkil juga tersendat karena banjir.
Kemudian Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalama, Kabupaten Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Di Kabupaten Aceh Barat, misalnya, banjir meredam sebagian besar wilayah tersebut. Ketinggian air 50 cm hingga 1,5 meter. Transportasi Kota Subulussalama-Kabupaten Aceh Singkil juga tersendat karena banjir.
Selasa, 21 Oktober 2014
GAYO LUES ACEH Banjir Hadang Jalan Raya
JALUR transportasi dari dan ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terkendala, dua hari terakhir. Jalan yang menghubungkan daerah itu dengan Kabupaten Aceh Tengah dan Banda Aceh tertimbun longsor.
Dari arah berbeda, untuk ke Aceh Tenggara dan Medan, Sumatra Utara, terganggu banjir. “Jika tidak segera ditangani, imbasnya akan membuat pasokan berbagai kebutuhan terhambat karena bahan pokok dan bahan bangunan untuk kabupaten ini didapat dari luar daerah,“ papar Samsuar, warga Gayo Lues, kemarin.
Gayo Lues adalah sebuah kawasan terpencil di tengah hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Longsor dan banjir di kawasan itu terjadi akibat hujan yang terus mengguyur dalam dua hari terakhir.
Di pegunungan Tangsaran, Kecamatan Pantan, puluhan meter badan jalan yang sedang dalam pembangunan tertutup tanah longsor. Di sisi lain, banjir memutuskan jalur di Kecamatan Putri Betung. Banjir membawa banyak batang kayu. (MR/N-3) Sumber : Media Indonesia, 21/10/2014, Halaman : 13
Dari arah berbeda, untuk ke Aceh Tenggara dan Medan, Sumatra Utara, terganggu banjir. “Jika tidak segera ditangani, imbasnya akan membuat pasokan berbagai kebutuhan terhambat karena bahan pokok dan bahan bangunan untuk kabupaten ini didapat dari luar daerah,“ papar Samsuar, warga Gayo Lues, kemarin.
Gayo Lues adalah sebuah kawasan terpencil di tengah hutan Taman Nasional Gunung Leuser. Longsor dan banjir di kawasan itu terjadi akibat hujan yang terus mengguyur dalam dua hari terakhir.
Di pegunungan Tangsaran, Kecamatan Pantan, puluhan meter badan jalan yang sedang dalam pembangunan tertutup tanah longsor. Di sisi lain, banjir memutuskan jalur di Kecamatan Putri Betung. Banjir membawa banyak batang kayu. (MR/N-3) Sumber : Media Indonesia, 21/10/2014, Halaman : 13
Minggu, 12 Oktober 2014
Proyek Trans-Sumatra Mulai Bergulir
Ruas MedanBinjai akan menjadi prioritas pertama, dengan nilai investasi Rp1,6 triliun. PT Hutama Karya, ke marin, resmi men canangkan proyek jalan tol Trans-Sumatra yang kelak akan membentang dari Bakauheni sampai ke Banda Aceh.
Rabu, 07 Mei 2014
1 Dekade Tsunami Aceh
Hal sederhana yang kita lakukan sangat menentukan jiwa mereka 26.12.2004 Seketika Serambi Mekah lumpuh, yang terdengar hanya jerit tangis tubuh berlumur lumpur di balik puing reruntuhan gedung. Tsunami menyapu daratan, dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,1 skala Richter yang mengguncang Samudra Hindia, lepas pantai Aceh. Menewaskan hingga 250.000 jiwa di belasan negara di Asia dan Afrika. Tergugah untuk membantu korban bencana, dompet kemanusiaan terbuka dari berbagai penjuru dunia.
Menyalurkan obat-obatan, makanan, serta pakaian ditengah krisis pascabencana. Relawan tim medis pun tak luput berdatangan memberikan pelayanan kesehatan. Memberikan wujud nyata belasungkawa, “Satu hati, satu peduli!“ Sebagai apresiasi atas penanggulangan tanggap darurat Tsunami, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan anugerah penghargaan Global Champion of Disaster Risk Reduction oleh Sekjen PBB.
Menyalurkan obat-obatan, makanan, serta pakaian ditengah krisis pascabencana. Relawan tim medis pun tak luput berdatangan memberikan pelayanan kesehatan. Memberikan wujud nyata belasungkawa, “Satu hati, satu peduli!“ Sebagai apresiasi atas penanggulangan tanggap darurat Tsunami, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan anugerah penghargaan Global Champion of Disaster Risk Reduction oleh Sekjen PBB.
Sabtu, 03 Mei 2014
NAGAN RAYA ACEH Longsor Putuskan Jalur
HUJAN yang terus-menerus menyebabkan jalur yang menghubungkan Jeuram, Kabupaten Nagan Raya-Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, putus karena ambles dan tertimbun longsor.
Jalur tersebut merupakan jalur provinsi antarkabupaten/kota wilayah barat dan selatan di Kabupaten Aceh Tengah.
Yakni, menghubungkan Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dengan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah.
Longsor dan jalan ambles telah terjadi sejak dua hari lalu. Kondisi paling parah terjadi di kawasan tanjakan Pegunungan Singgah Mata, Kabupaten Nagan Raya.
Sedikitnya ada 15 meter ruas jalan di lokasi tersebut ambles ke jurang. Badan jalan yang lebarnya 8 meter kini tinggal 3 meter. Arus lalu lintas dua arah pun terganggu. (MR/YK/TS/SS/N-3) Media Indonesia, 29/04/2014, hal : 11
Jalur tersebut merupakan jalur provinsi antarkabupaten/kota wilayah barat dan selatan di Kabupaten Aceh Tengah.
Yakni, menghubungkan Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dengan Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah.
Longsor dan jalan ambles telah terjadi sejak dua hari lalu. Kondisi paling parah terjadi di kawasan tanjakan Pegunungan Singgah Mata, Kabupaten Nagan Raya.
Sedikitnya ada 15 meter ruas jalan di lokasi tersebut ambles ke jurang. Badan jalan yang lebarnya 8 meter kini tinggal 3 meter. Arus lalu lintas dua arah pun terganggu. (MR/YK/TS/SS/N-3) Media Indonesia, 29/04/2014, hal : 11
Langganan:
Postingan (Atom)
